Thursday, February 13, 2020

Mengulas Tentang Gejala HIV Aids dan Fakta Mengenai Pasien HIV


Saat mendengar mengenai HIV AIDS apa yang Anda bayangkan? Hampir semua orang akan berpikir mengenai sebuah penyakit yang sangat fatal sehingga pasien hanya akan berujung pada kematian. Penyakit ini juga menular sehingga penderitanya masih banyak yang dikucilkan dan mendapatkan perlakuan yang tidak adil di masyarakat. Diakui atau tidak, hal ini membuat pasien HIV Aids sering menutupi kondisi kesehatannya agar tak ada masyarakat yang tahu dan memperlakukannya dengan berbeda. Padahal hal tersebut tidak perlu jika saja masyarakat mengetahui fakta terkini mengenai pasien HIV AIDS. Agar Anda tidak ikut salah menggambarkan penyakit dan penderitanya, berikut ini adalah gejala hiv aids dan fakta terbaru mengenai pasien HIV AIDS.

HIV Aids disebabkan karena virus yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Dalam cek laboratorium akan menunjukkan, seseorang yang memiliki virus HIV di dalam tubuhnya akan mengalami penurunan sel CD4 yang berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh. Semakin lama sel CD4 akan semakin banyak yang di hancurkan oleh virus sehingga penderita HIV akan mudah terkena penyakit. Dari angka normal yaitu 350 hingga 500 sel CD4, penderita HIV bahkan bisa hanya memiliki 4 sel saja untuk melindungi tubuhnya. Selain menghancurkan sel CD4, virus juga akan menghancurkan protein tubuh sehingga pasien HIV akan mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Tak ada gejala yang spesifik saat seseorang terinfeksi virus HIV. Penyakit ini juga bukan penyakit yang bisa langsung timbul gejalanya. Gejala Hiv baru akan nampak setelah virus berada di dalam tubuh selama 5 hingga 10 tahun. Berikut ini adalah gejala yang akan terjadi saat virus sudah menghancurkan sel CD4 hingga berada di bawah normal:

Mudah terkena penyakit infeksi.
Mudah terkena penyakit kulit, termasuk herpes.
Kulit menjadi gatal-gatal tanpa sebab yang jelas.
Sariawan di mulut.
Tubuh kurus dengan drastis.
Kesadaran berkurang.
Terjangkit TBC atau pneumonia.
Terjangkit penyakit kronis lainnya hingga kanker.

Meski banyak kabar negatif mengenai HIV, namun saat ini sudah ditemukan obat untuk meminimalisir virus yang ada di dalam tubuh. Perlu dijelaskan bahwa memang belum ditemukan obat untuk mengobati HIV hingga tuntas, akan tetapi obat terbaru terbukti dapat menekan jumlah virus sehingga tidak terdeteksi oleh tes darah. Virus hanya menempel namun tidak berkembang biak karena jumlahnya terus ditekan oleh antivirus yang ditemukan. Karena itu, pasien HIV yang sudah berobat, akan mendapatkan obat antivirus yang harus selalu dikonsumsi setiap hari hingga tutup usia.

Dengan obat antivirus ini, perlahan-lahan pasien akan dapat meningkatkan jumlah CD4nya sehingga mampu menangkal infeksi-infeksi yang mengancam. Perlu waktu cukup lama hingga bisa kembali seperti orang sehat pada umumnya, namun tentu saja dengan penemuan antivirus ini sangat meningkatkan taraf hidup para penderita HIV. Mereka dapat beraktivitas seperti biasa bahkan tidak berbeda dengan orang sehat lainnya. Penderita HIV positif juga berkesempatan memiliki anak kandung yang tidak terpapar virus HIV asalkan test viral loadnya sudah menunjukkan hasil negatif.

Meski kabar yang beredar di masyarakat adalah HIV mudah menular, namun hal tersebut nyatanya salah karena penularan HIV hanya terjadi jika melakukan kontak seksual atau darah penderita HIV masuk ke dalam pembuluh darah orang lain. Penularan ini jauh lebih sulit dibandingkan dengan flue atau hepatitis. Gejala HIV Aids memang jarang ditemukan di fase awal HIV, namun bagi pasien, jangan putus harapan karena banyak penderita HIV yang bisa kembali seperti semula asalkan melakukan pengobatan medis dan taat mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan.